Make your own free website on Tripod.com

 

Totto-Chan, Tomoe Gakuen dan Sekolah Kehidupan


T I D A K bisa dibayangkan, seorang anak kecil kelas 1 SD dikeluarkan dari sekolah karena kelakuannya sudah tidak bisa ditoleransi. Ya, hari itu, Sang Wali Kelas sambil menangis karena tidak tahan dengan "kenakalan dan kecerewetan" Totto-Chan, menceritakan semuanya kepada Ibu Totto-Chan.

Ini adalah sebuah cerita nyata yang terjadi sebelum meletusnya Bom Atom di Jepang pada Perang Dunia II. Dan Totto-Chan dewasa kini adalah Tetsuko Kuroyanagi, seorang presenter TV paling populer di Jepang yang membawakan Tetsuko's Room. Tetsuko juga dipilih Unicef sebagai Duta bagi anak-anak terlantar di seluruh dunia. Namun yang lebih luar biasa , Buku Totto-Chan ini dijadikan standard sistem pendidikan di Jepang. Ironis : seorang Anak yang dikeluarkan dari sekolah dulu, kini mengarang buku untuk sistem yang mendepaknya. Royalti dari penjualan buku ini disumbangkan untuk dunia anak dan pendidikan di seluruh dunia.

Totto-Chan kemudian memang disekolahkan di sebuah sekolah yang ruangan kelasnya bekas lokomotif. Tomoe-Gakuen .. begitu sekolahnya. Didirikan oleh Mr. Kobayashi dengan keringatnya sendiri didasari kecintaannya yang begitu besar kepada anak-anak. Di sekolah ini anak-anak mengatur sendiri jadwal pelajarannya .. mereka memulai dari paling yang mereka suka. Di sekolah ini, anak malah dilarang menggunakan pakaian yang bagus, karena dengan demikian mereka bisa lebih bebas untuk bermain .. berekspresi tanpa harus takut dimarahi orang tua karena bajunya kotor. Di sekolah ini diajarkan untuk tidak melihat perbedaan .....mereka yang cacat .. bodoh .. miskin dsb adalah bagian dari sebuah komunitas .. sebuah keluarga. Di sekolah ini anak diajarkan menggunakan kebebasan yang mereka miliki untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab. Di sekolah ini anak diajak untuk menumbuhkan Cinta yang mereka miliki untuk sesama .. Di sekolah ini anak diajarkan tentang Kehidupan .. ya ........... Tomoe-Gakuen adalah Sekolah Kehidupan ................

Buku ini begitu banyak memuat hal yang selama ini kita anggap remeh .. namun ternyata membawa dampak besar bagi perkembangan anak ke depan. Dan lebih parah lagi, kebiasaan itu dilembagakan .. . diinstitusikan dalam dunia pendidikan modern. Yang kemudian terjadi adalah bukan pembelajaran, tapi pembodohan. Bukan pemekaran kesadaran, tapi penjajahan kesadaran anak.

Jadi buku ini buat konsumsinya para praktisi pendidikan saja ? Tentu saja tidak . jika kita masih ingin belajar juga tentang Cinta dan Kehidupan ........

Judul Buku : Totto-Chan, Gadis Kecil di Jendela
Pengarang : Tetsuko, Kuroyanagi
Penerbit : Gramedia