Make your own free website on Tripod.com

 

Kasihan ya Jarum Detik !


T O H malam itu, ada juga yang tidak berhenti beristirahat. Jam dinding di kamarku tetap bergerak seperti hari-hari sebelumnya, tepat seperti seluruh jam di dunia yang tetap bergerak ketika banyak aktivitas sudah berhenti. Entah mengapa aku kali ini menaruh perhatian lebih pada gerak jarum detik. Kasihan ya jarum detik. Kerjanya paling berat dibanding kedua rekannya - jarum pendek dan jarum panjang. Namun banyak orang tidak memperhatikan dia. Coba saja sadari ketika kamu harus melihat jam, apa yang kamu jadikan patokan untuk sebuah waktu ? Jam 12 lewat 10 menit ! Bukannya begitu? Arah mata kamu hanya akan tertuju kepada si jarum panjang dan jarum pendek, peduli berada di mana si jarum detik saat itu.. Parah lagi, bukannya sekarang banyak jam yang sudah sungguh-sungguh menghilangkan kehadiran jarum detik ? Yang ada hanya si panjang dan si pendek. Jarum detik membuat pemandangan jam secara keseluruhan menjadi kurang trendy, kurang okeh !

Ya . kasihan ya jarum detik. Padahal bergeraknya jam adalah bergeraknya jarum detik, pergerakan waktu adalah pergerakan si benda yang tidak dipedulikan kehadirannya itu.


Depok , 6Agustus 2003